The Army of Prophet Muhammad and Pesantren Leaders’ Response to Religious Blasphemy in the Dutch East Indies Circa 1918-1919
DOI:
https://doi.org/10.15642/jpai.2024.12.1.95-120Keywords:
Action of Defend Islam; Religious Blasphemy; Tentara Kanjeng Nabi MuhammadAbstract
At the beginning of the 20th century, Muslims in the Dutch East Indies encountered new challenges. This study aims to explore the movements of Muslims during this period, analyze the background of the establishment of the Army of Prophet Muhammad (TKNM), illustrate its developmental dynamics, trace the factors leading to its decline, and investigate the involvement of pesantren leaders in TKNM. Using the historical method proposed by Kuntowijoyo, this research reveals that the movements of Muslims at that time were influenced by the competition between modernist and traditionalist Islam. The establishment of TKNM was driven by conflicts between the putihan and abangan groups, the enthusiasm of Muslims, internal conflicts within the Sarekat Islam, disharmony between Islam and Javanese traditions, the veneration of H.O.S. Tjokroaminoto as the Ratu Adil, and the spread of Christianization, particularly following the publication of blasphemous articles against Prophet Muhammad SAW in Djawi Hisworo in January 1918. TKNM expanded with the formation of sub-committees in various regions, the broadening of its anti-Christianization campaign, and the active involvement of pesantren leaders. However, TKNM eventually declined as its direction became increasingly unclear.
References
Alfan, Ahsanul. “Gerakan Tentara Kanjeng Nabi Muhammad (TKNM) Tahun 1918”. Avatara: e-Journal Pendidikan Sejarah, Vol. 4 No. 3, Oktober 2016.
Bakri, Syamsul. Gerakan Komunisme Islam Surakarta 1914-1942. Yogyakarta: LKiS Pelangi Aksara, 2015.
Daliman. Metode Penelitian Sejarah. Yogyakarta: Ombak, 2012.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Kebudayaan Museum Kebangkitan Nasional. Sejarah Pergerakan Nasional Indonesia: Dari Budi Utomo sampai dengan Pengakuan Kedaulatan. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1997.
Fealy, Greg. Ijtihad Politik Ulama: Sejarah NU 1952-1967. Terj. Farid Wajidi dan Mulni Adelina Bachtar. Yogyakarta: LKiS Yogyakarta, 2003.
Furqon, Syaihabul dan Busro. “Serat Gatholoco: Tubuh Menggugat Agama”. Religious: Jurnal Agama-Agama dan Lintas Budaya, Vol. 1 No. 2, September 2017.
Gottschalk, Louis. Mengerti Sejarah. Terj. Nugroho Notosusanto. Jakarta: UI-Press, 1985.
Hamid, Rahman dan Muhammad Saleh Madjid. Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Ombak, 2011.
Juma’, “Kontinuitas dan Transformasi Penistaan Agama: Gerakan Sosial Pra-Kemerdekaan”. Jurnal Lektur Keagamaan, Vol. 16 No. 2, 2018.
Kolis, Nur dan Kayyis Fithri Ajhuri. “Sangkan Paraning Dumadi: Eksplorasi Sufistik Mengenal Diri dalam Pustaka Islam Jawa Prespektik Kunci Swarga Miftahul Djanati”. Dialogia: Jurnal Studi Islam dan Sosial, Vol. 17 No. 1, Juni 2019.
Kuntowijoyo. Metodologi Sejarah: Edisi Kedua. Yogyakarta: Tiara Wacana, 2003.
__________. Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Tiara Wacana, 2013.
__________. Perubahan Sosial dalam Masyarakat Agraris. Yogyakarta: IRCiSoD, 2017.
Larson, George D. Masa Menjelang Revolusi: Keraton dan Kehidupan Politik Surakarta 1912-1942. Terj. Lapian. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 1990.
Lohanda, Mona. Membaca Sumber Menulis Sejarah. Yogyakarta: Ombak, 2011.
Mulawarman, Aji Dedi. Jang Oetama: Jejak dan Perjuangan H.O.S. Tjokroaminoto. Yogyakarta: Galang Pustaka, 2015.
Mulkhan, Abdul Munir. Marhaenis Muhammadiyah. Yogyakarta: Galangpress, 2010.
Mustofa, M. Lutfi. “Pembaruan Pemikiran Islam Indonesia: Negosiasi Intelektual Muslim dengan Modernitas”. Jurnal Ulul Albab, Vol. 12 No. 2, 2011.
Nasbi, Ibrahim. “Jamaluddin Al-Afghani (Pan-Islamisme dan Ide Lainnya)”. Jurnal Diskursus Islam, Vol. 7 No. 1, April 2019.
Nasihin. Sarekat Islam Mencari Ideologi 1924-1945. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2012.
Noer, Deliar. Gerakan Moderen Islam di Indonesia 1900-1942. Jakarta: LP3ES, 1982.
Nurtina, Sitti. “The Dynamics of Applying Pan-Islamism as a New Politic Concept”. Jurnal Islamic World and Politics, Vol. 3 No. 1, Januari-Juni 2019.
Padmo, Soegijanto. “Gerakan Pembaharuan Islam Indonesia dari Masa ke Masa: Sebuah Pengantar”. Jurnal Humaniora, Vol. 19 No. 2, Juni 2007.
Priyadi, Sugeng. Historiografi Indonesia. Yogyakarta: Ombak, 2015.
Ricklefs, Merle Calvin. Sejarah Indonesia Modern 1200-2004. Terj. Satrio Wahono, Bakar Bilfagih, dkk. Jakarta: Serambi Ilmu Semesta, 2005.
Romadhon, Apriyata Dzikry. Tentara Kanjeng Nabi Muhammad (Studi Kasus tentang Reaksi terhadap Pemikiran "Aliran Islam Jawa" Tahun 1916-1919 M. Skripsi Jurusan Sejarah dan Kebudayaan Islam. Surabaya: UIN Sunan Ampel, 2015.
Shiraishi, Takashi. Zaman Bergerak: Radikalisme Rakyat di Jawa 1912-1926. Terj. Hilmar Farid. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti, 1997.
Somad, Abdul. “Pemikiran dan Pergerakan Pan-Islamisme di Indonesia pada Awal Abad ke-20”. Candrasangkala: Jurnal Pendidikan dan Sejarah, Vol. 1 No. 1, November 2015.
Susilo, Agus dan Isbandiyah. “Politik Etis dan Pengaruhnya bagi Lahirnya Pergerakan Bangsa Indonesia”. Jurnal Historia, Vol. 6 No. 2, 2018.
Thalib, Muhammad Dahlan. “Peranan Lembaga Keagamaan Al-Irsyad dalam Pendidikan di Indonesia”. Al-Ishlah: Jurnal Studi Pendidikan, Vol. 16 No. 1, Januari-Juni 2018.
Wahyuddin. “Awal Munculnya Gerakan Intelektualisme Islam di Indonesia Abad 20”. Jurnal Adabiyah, Vol. 10 No. 2, 2010.
Newspapers (Microfilm Form)
Darmo Kondo. “Si Djahat menghina Nabi Kita (s. a. w.)”. No. 15, 4 Februari 1918.
___________. “Soerat sebaran”. No. 25, 27 Februari 1918.
___________. “Pergerakan T. K. N.”. No. 32, 16 Maret 1918.
___________. “Vergadering Comité ,,Tentara Kangdjeng Nabi Moham’mad.’ (Samboengan D. K. No. 64.)”. No. 65, 8 Juni 1918.
Djawi Hisworo. “Pertjakapan antara Marta dan Djaja”. No. 4, 9 Januari 1918.
___________. “Pertjakapan antara Marta dan Djaja”. No. 5, 11 Januari 1918.
___________. “Serangan Heibat”. No. 15, 4 Februari 1918.
Islam Bergerak. “Comite Tentara Kangdjeng Nabi Mohamad dan Comite Javaansch Nationalisme”. No. 4, 1 April 1918.
____________. “Perasa’an tentang Adanja Comite Tentara K. N. Mohamad”. No. 1, 10 Juni 1918.
____________. Tanpa Judul. No. 14, 10 Juni 1918.
____________. Tanpa Judul. No. 15, 20 Juli 1918.
____________. “Mardi-Rahardjo contra Islam-Bergerak”. No. 22, 1 Oktober 1918.
____________. “Membales Toelisannja Toean Adroob. dalam I. B. No. 20 dan O. I. No. 28.”. No. 26, 10 November 1918.
____________. “Mengadep Comite Tentara Kangdjeng Nabi Moehamad”. No. 27, 20 November 1918.
Medan Moeslimin. “Sroean kita”. 15 Desember 1918.
______________. “Vergadering Moeslimin jang Besar di Solo”. 1918.
______________. “Comite Tentara Kangdjeng Nabi Mohamad dan Comite Javaansch Nationalisme”. 1918.
______________. “Pro betoel-betoel Pro”. 15 Januari 1919.
______________. “Pro betoel-betoel Pro (Samboengan M. M. No. 1.)”. 1919.
Oetoesan Hindia. “Algemeene vergadering Sub-Comité T. K. N. M. di Pekalongan”. No, 51, 13 Maret 1918.
_____________. “Javaansch Nationalisme (satoe koemidi)”. No. 53, 16 Maret 1918.
_____________. “Tjokroaminoto, lid Volksraad”. No. 56, 20 Maret 1918.
_____________. “Comité ,,Tentara Kangdjeng Nabi Mohammad.”. No. 57, 21 Maret 1918.
_____________. “Gerakannja Comite T. K. N. M.”. No. 60, 26 Maret 1918.
_____________. “Oentoek Comite ,,T. K. N. M.”. No. 62, 28 Maret 1918.
_____________. “Comité ,,Tentara Kangdjeng Nabi Mohammad.”. No. 87, 6 Mei 1918.
_____________. “Vergadering Comité ,,Tentara Kangdjeng Nabi Mohammad.”. No. Extra, 10 Mei 1918.
_____________. “Vergadering Comité ,,Tentara Kangdjeng Nabi Mohammad.’ (Samboengan O. H. 10 Mei No. Extra.)”. No. 90, 11 Mei 1918.
_____________. “Vergadering Comité ,,Tentara Kangdjeng Nabi Mohammad.’ (Samboengan O. H. 11 Mei No. 90.)”. No. 91, 13 Mei 1918.
_____________. “Pekerdjaännja Comité ,,T. K. N. Mohammad”. No. 244, 26 Desember 1918.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Setyo Adi Nugroho, Saefur Rochmat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
